Dampak Covid-19 Bagi Sektor Pariwisata

 

Sendratari Ramayana Prambanan,Yogyakarta


Unesa Journalism
- Sektor pariwisata selama ini digadang-gadang sebagai sumber kontribusi devisa terbesar kedua bagi Indonesia. Namun, pandemi corona COVID-19 mengubah semuanya.

Sejak adanya instruksi menjaga jarak sosial dan diharuskan aktivitas di rumah saja, sektor pariwisata menjadi lesu. Bahkan, kelesuan itu sudah dirasakan sebelum Indonesia mengumumkan ada pasien positif corona pada awal Maret 2020 lalu. 

Sejumlah solusi yang disiapkan pemerintah untuk membangkitkan sektor pariwisata tak mampu membendung dampak negatif COVID-19. Atraksi wisata juga banyak ditutup yang berarti tak ada pemasukan bagi mereka. Okupansi hotel juga turun drastis dan berarti tak ada pendapatan.

Beberapa manajemen hotel juga meminta para pekerja mereka cuti untuk sementara waktu karena penurunan okupansi hotel.Kekhawatiran terhadap menularnya virus Corona (Covid-19),membuat masyarakat enggan bepergian.Hal ini juga berdampak pada kelangsungan usaha bisnis tour and travel.

Bayang-bayang dirumahkan atau PHK maupun tutup makin dekat. Salah satu contoh nyata,Hotel Aryaduta Medan memutuskan menutup hotel bintang lima itu dan merumahkan 136 karyawannya.

Untuk mengatasi dampak kesehatan/penularan dan dampak ekonomi virus Corona (Covid-19) maka perlu disikapi minimal dengan hal penting sebagai berikut.

Pertama,pemerintah pusat dan daerah melakukan edukasi terhadap prilaku hidup sehat serta melakukan penyuluhan terhadap faktor penyebab munculnya virus Corona dan antisipasi terhadap penularannya.

Kedua,pemerintah pusat dan daerah melalui dinas terkait melakukan tindakan dalam upaya menenangkan hati dan pikiran masyarakat dengan cara menangkal pemberitaan-pemberitaan yang tidak benar sehubungan dengan adanya virus Corona (Covid 19) tersebut.

Hal ini penting karena jika hati dan pikiran masyarakat tenang maka tingkat kekebalan tubuhnya juga tinggi/meningkat, sebaliknya jika masyarakat mengalami ketidaktenangan atau kepanikan maka tingkat kekebalannya akan menjadi menurun sehingga mudah mengalami berbagai macam penyakit.


CHOIRUN NISA - 20041184066 - IKOM UNESA 2020A

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fenomena Demo Tolak RUU Omnibus Law