Kenyataan, Remaja Tidak Bisa Lepas Dari Media Sosial Walau Hanya Sehari Saja
Unesa
Journalism – Sosial media atau media sosial adalah sebuah wadah
untuk kita bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain tanpa melihat
ruang dan waktu. Karena semua orang bisa Online
kapanpun dan dimanapun yang ia mau. Sosial media sangat populer pastinya
apalagi di kalangan remaja saat ini. Mencari seseorang yang tidak menggunakan
sosial media akan sangat sulit untuk saat ini. Karena sosial media ini mempermudah
cara berkomunikasi manusia. Sosial media memiliki hal yang positif tetapi juga
punya hal negatif. Banyak yang beranggapan bahwa sosial media membuat orang
menjadi kecanduan dengan selalu memainkannya.
Sosial media juga menjadi tempat untuk penyebaran hoax, fitnah bahkan
untuk tempat penyebaran kebencian. Hal ini menjadi sisi gelap media sosial,
karena semua bisa melihat apapun hal yang sudah ter-upload. Dari anak-anak hingga remaja pun dapat melihat sebuah
konten yang seharusnya tidak boleh dilihat oleh kalangan remaja maupun
anak-anak. Namun, banyak remaja yang menggunakan media sosial sebagai tempat
menghasilkan uang, menjadi influencer, bahkan dapat membuatnya menjadi
selebriti. Namun hal ini lah yang membuat seseorang tidak bisa lepas dari
gadget mereka. Termasuk dari kalangan remaja, dimana media sosial telah menjadi
sebuah keharusan.
“Ya kalau aku sendiri sih aktif nya di Instagram dan yang baru ini
mungkin tiktok ya, disana aku juga kerja jadi konten creator jadi kalau di
bilang ketergantungan sosial media ya mau gimana lagi kehidupan aku sudah aktif
disana kasihan aja kalau ninggal followers
aku, kadang pernah sih ngilang sehari itu udah dicariin haha, di tagih konten
tiktoknya mana gitu sama mereka. Untuk sekarang sih masih belum bisa ya buat
melepas sosial media gatau lagi kalau kedepannya gimana tapi kalau lagi kumpul
temen sih kadang ada aturannya buat ngumpulin handphone biar gak pada mainan sama handphone masing-masing” kata Raflie mahasiswa Universitas Ciputra.
Tak hanya itu, sosial media kerap digunakan remaja untuk mengekspos
pekerjaan mereka, banyak sekali model-model cantik di Surabaya yang aktif meng upload hasil foto mereka di media sosial
sebagai daya Tarik untuk menarik uang dari sana, seperti Azelia Putri Suwardani
yang akrab di panggil zela ini, mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh November
model yang sukses dengan banyak di undang untuk foto oleh beberapa pihak.
“Bener sih aku make media sosial ya untuk pekerjaanku. Kan aku gabung ke
agensi model gitu kan dan mengharuskan hasil kolaborasi untuk di upload di Instagram sebagai apa ya namanya
timbal balik gitu lah biar orang yang ngikuti aku jadi tau dan bakal makai jasa
fotografer nya atau make-up nya gitu. Mungkin sekarang emang lagi
ketergantungan sosial media ya gapapa kok tapi aku menikmati nya ya gimana lagi
kalau ada yang kerjasama untuk review, photoshoot ya otomatis bakal up di
Instagram aku” katanya.
Namun, tidak semua remaja menggunakan media sosial untuk bekerja atau
mengeksplor hobi nya. Ada juga remaja yang menggunakan media sosial untuk
belajar, mencari informasi baru yang tentu saja mudah sekali di dapat di media
sosial. Walau terkadang untuk belajar kita bisa dapatkan di buku, namun banyak
remaja yang ingin atau malah menggunakan media sosial sebagai sarana
belajarnya.
“kalau saya seringnya buat cari informasi sih, atau kadang cari
referensi belajar gitu kalo di buku gatau kenapa bosen aja tapi kalau di media
sosial jadi seru gitu kreatif gak bikin bosen. Cuman ya gitu pinter-pinternya
kita aja buat nyari informasi nya itu akurat atau hoax jangan asal ambil
kesimpulan langsung. Kalo ngeganggu sih mungkin iya, kalau lagi kelas tatap
muka gitu tangan ini pengen megang handphone
terus buka Instagram atau twitter gitu. Nahan sih bisa tapi kalo seharian tanpa
mereka kayanya enggak bisa kali ya” ungkap Nurul mahasiswi Politeknik Negeri
Surabaya.
Sosial media tidak akan terlepas dari pengaruh positif maupun
negatifnya, dampak itu tergantung dari penggunanya itu sendiri. Kenyataannya
banyak remaja yang sudah kecanduan dengan sosial media dan yang bisa kita ambil
yaitu bagaimana cara agar kecanduan itu tidak menjadikan buruh dan berpengaruh
kepada kita kedepannya. Batasilah diri kita dengan norma karena pembentukan
karakter sangatlah penting bagi kita remaja atau semua kalangan. Karena kita
penerus bangsa yang memiliki karakter baik, kuat, dan tangguh tentunya akan
bisa membuat negara ini maju lewat mana saja mungkin dengan sosial media ini.
Iqbal Zukhrufal Qozi - 20041184067 - IKOM UNESA 2020A

Komentar
Posting Komentar