MARAKNYA KEDAI KOPI DI SURABAYA (Pengaruh Psikis terhadap Konsumen Kopi)

Unesa Journalism - Kedai kopi saat ini menjadi salah satu trend era globalisasi bagi kaum millenial. Jumlah kedai kopi yang kini berdiri tidaklah sedikit, di Surabaya sendiri banyak sekali kita temui beragam jenis kedai kopi.

Kali ini saya telah berhasil mewawancarai 3 narasumber yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan pandangannya mengenai trend ngopi saat ini.

Narasumber pertama, Firdaus mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya mengutarakan bahwasanya ia kerap kali mengunjungi berbagai kedai kopi karena ia ingin menghilangkan rasa bosan serta stres yang menimpanya. Terkadang, Firdaus berkunjung ke kedai kopi bersama teman ataupun sendiri. Dan, menurut Firdaus saat ia pergi ngopi sendiria ia dapat melakukan kegiatan “me time” ataupun untuk mengerjakan tugas kulliah. Saat Firdaus pergi ngopi bersama teman, bagi Firdaus itu kesempatan untuk berkumpul serta bertukar cerita.

Narasumber kedua, Raka Akbar seorang pengusaha soto banjar. Raka mengungkapkan bahwasanya ia sering berkunjung ke kedai kopi karena suasana serta bentuk bangunan kedai kopi yang menjual menjadi poin penting bagi dirinya. Sebab, titik nyaman bagi Raka sendiri ketika ngopi adalah saat tempat dan suasananya begitu menarik dan tidak membosankan.

Narasumber ketiga, Rafida Salma Chalista mahasiswi Universitas Wijaya Kusuma. Wanita dengan nama panggilan Chalista ini beranggapan bahwa dirinya berkunjung ke berbagai kedai kopi untuk membandingkan cita rasa kopi dari kedai kopi satu dengan kedai kopi lainnya. Chalista sendiri adalah coffee addict, bagi dia rasa kopi itu tergantung akan kualitas bahan kopi serta seni barista kopi itu sendiri

Jadi maraknya kedai kopi di Surabaya ini memberikan berbagai perspektif dari berbagai konsumen. Negative atau postive dampak tersebut tergantung dari para konsumen itu sendiri. Manfaat kopi juga beragam, ada yang beranggapan kopi mampu menghilangakan rasa bosan, memperbaiki suasana hati, mencegah kantuk. Suasana kedai kopi juga menjadi pemicu utama para konsumen, untuk ukuran rasa kopi itu sendiri juga beragam tergantung para konsumen memilih yang mana. Daya starik bagi kedai kopi terdapat dalam cita rasa serta bentuk bangunan kopi itu sendiri.

Para konsumen dapat menilai cita rasa kopi, ketika konsumen suka akan kopi tersebut maka konsumen akan kenbali lagi untuk berkunjung dan membeli kopi itu. Bagi para konsumen yang tertarik akan bentuk bangunan kedai kopi, maka saat kedai kopi itu menyuguhkan bentuk bangunan yang menarik, konsumen akan kembali lagi untuk menikmati suasana kedai kopi tersebut. Maka dari itu yang perlu dikembangkan para pemilik kedai kopi ialah cita rasa serta bentuk bangunan, sebab hal tersebut mampu menarik pelanggan. Untuk para konsumen, harus pintar memilah mana kedai kopi yang menurutnya bagus serta memiliki cita rasa kopi yang enak.

CHOIRUN NISA - 20041184066 - IKOM UNESA 2020A

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fenomena Demo Tolak RUU Omnibus Law